Aku pernah melihatmu tersenyum..
dalam mimpiku..
Aku pernah menatapmu dalam-dalam..
dalam mimpiku..
Aku pernah berlari bersamamu..
dalam mimpiku..
Aku pernah menggenggam erat tanganmu..
dalam mimpiku..
Aku masih bermimpi tentangmu..
-joe/20090812
Selasa, 11 Agustus 2009
Mimpi..
Sabtu, 08 Agustus 2009
Setelah lama..
tiba-tiba ingin mencari lagi penaku yang bertinta biru dan mencoretkan kembali ke kertas putih yang mulai kusam..
Maaf setelah sekian lama tanpa update.. Kangen blog ini.. Hehehe.. Coretan yang lengkap...Jumat, 20 Maret 2009
Malam..
Foto di atas diambil di jalan dekat rumah waktu malam hari setelah pulang rapat suatu komunitas forum internet. Entah mengapa saya begitu mengagumi malam. Foto ini pun diambil secara spontan waktu lewat di sebuah jalan yang (menurut saya) indah. Sebenarnya posisi kurang pas di bagian jalan yang paling sip tapi gak papa lah yang penting masih terekam dengan baik di otak.
Kadang malam terasa begitu ramai. Ramai di tengah keheningan. Mengartikan banyak kenyataan. Kadang malam banyak berbicara. Mengungkap kebenaran yang tertutupi silaunya cahaya siang. Kala lain malam menyembunyikan erat-erat suatu rahasia yang dibawa lelap.
Di kota pelajar, malam terus bernafas hingga digantikan fajar. Denyut-denyut kehidupan tidak pernah berhenti untuk memberi nyawa kepada penghuninya. Sangat berbeda dengan kota kelahiran, Semarang. Kota ini begitu cepat menutup matanya di waktu malam seakan tak sabar untuk menanti pagi lagi.
Yah tapi bagaimanapun juga, saya masih makhluk siang yang butuh istirahat di malam hari..
Have a nice day night..
God bless..
-Sebuah lagu dari PAS Band:
Malam Tetaplah Malam
Malam Hari Tetaplah Malam
Tak Pernah Bisa Menghilang
Akan Terus Ia Datang
Dimana Kau Terlelap
Betapapun Sedihnya Awan
Tak Mungkin Bisa Bicara
KepadaNya Kita Minta
Mengantarmu Begadang
Reff:
Malam Kutunggu Datang
Bertabur Bintang Terangilah Diriku
Malam Berilah Jawaban... Jawaban
Tak Pernah Kita Yakini
Apa Yang Terjadi Di Esok Hari
Akankah Datang Bahagia
Ataukah Duka Lara
(**)
Serahkan Kepada Bulan
Cahaya Darimu Alam
Semoga Senantiasa
Bawakan Gita Cinta
Senin, 16 Maret 2009
Tata,Titi,Tita..
Bukan.. Tiga nama di atas bukan nama cewek yg dimaksud..
Untuk anak 90-an mungkin pernah baca buku komik Donal Bebek? Kalian pasti inget tiga keponakan cewek si Desi Bebek. Yup namanya Tata,Titi,Tita. Mereka temennya tiga keponakan cowok Donal Bebek yaitu kwak,kwik,kwek.
Lalu, apa hubungannya dengan postingan kali ini? Simbol aja.. Karenaaaa telah lahir ke dunia tiga (3) ekor anak anjing betina (cewek) di rumah. Yippieee total ada 8 ekor anjing tekel di rumah termasuk 3 bayi ini dan 1 remaja.Tiga anak anjing ini dilahirkan secara normal dan sehat tanpa kekurangan apapun. Sekarang masih disusui oleh induknya di bawah kursi dengan dasar kain karpet dan kardus, biar anget katanya. Karena ketiga anak ini betina semua maka postingan ini diberi judul 'Tata,Titi,Tita. Padahal untuk nama belum dikasih semua. hehehe..
Menurut tradisi 'kandang' di rumah, kelahiran ini merupakan generasi kelahiran ke-4 dan penamaannya berurutan dari 'A','B',dst..
Nah mari bagi para pembaca kalo mau usul nama 3 anak anjing ini dengan awalan D..
Ada usul?
Selasa, 10 Maret 2009
Sebuah Permulaan..

"Kau menunggu seseorang?"
"Eh.. Uhm.. Iya.."
"Aku sering melihatmu di sini"
"Oh.. Maaf aku tidak tau"
Sebuah motor sport datang mendekat dengan seorang laki-laki di atasnya. "Aku pergi dulu ya.."
"Ehh.. Siapa namamu?" "Uhm.. Pelangi. Dan kamu pasti.."
"Panggil saja aku Awan.."
Bergegas dia naik ke atas motor dan menghilang di balik gerbang masuk Universitas. Aku sering melihatnya jauh sebelum kami berada dalam satu ruangan semester ini. Kuangkat tasku yang berisi beberapa buku tebal dan catatan kuliah dan aku pun menuruni tangga menuju tempat parkir kampus.
Siang itu kucoba menebak-nebak tentang pria yang menjemputnya ditambah dengan sedikit informasi yang beredar tentangnya. "Ah.. Siapa tau..", batinku sambil melahap sepiring nasi campur di sebuah kantin dekat kampus.
Dan hari ini pun berakhir..
--bersambung..
(versi pertama dari corbung - coretan bersambung, masih belajar hihihi..)
Kamis, 05 Maret 2009
EW20SGENT/EW50MPSENT Review..
Cihuuuuyyyy... Akhirnya datang jugaaaaa...
Hampir seminggu ada satu benda yang jadi anggota baru di kamarku. Yaitu Ibanez EW20SGENT..
Ibanez Akustik Elektrik model jumbo yang jadi pilihanku setelah browsing sana sini. Ini adalah gitar akustik elektrik ke-dua setelah Fender Telecoustic yang dulu. Yuk kita bahas..
Ibanez EW series sebenarnya adalah seri Exotic Wood. Dikatakan exotic wood karena bahan kayu yang dipakai adalah kayu yang jarang digunakan untuk pembuatan gitar dan menghasilkan penampilan yang 'wah','eksotis','mewah' tanpa mengesampingkan kualitas sound. Sebenarnya seri yang dibeli ini gak persis dengan apa yang dikatakan seller-nya. Entah karena minimnya pengetahuan seller akan barang yang dijual atau apa, yang penting masih worth.
Tadinya penjual mengatakan seri EW50MPSENT. Sama persis dengan EW20SGENT yang ada di tangan hanya bedanya material kayu (efeknya ke corak) dan tuners-nya. Kayu yang digunakan EW50MPSENT adalah monkey-pod wood sedangkan EW20SGENT menggunakan spalted-mango wood. Terus terang corak yang dihasilkan lebih suka yang monkey-pod tapi ya sudahlah gak masalah. Untuk penampilan, jauh di atas gitar sekelasnya, 10/10.
Sekarang sound. Untuk unplugged sound, cukup oke. Sound yang dihasilkan bright, warm,deep,rich. Mungkin karena body jumbo yang dimilikinya. Cukup jelas tone-nya untuk strumming, meski nggak sebagus dreadnought. Mungkin karena jenis body dan kayunya. Setelah di-colok ke sound.. Wah outputnya sangat brilian. Lebih dari yang diharapkan. Ada notch-filter untuk mengurangi feedback (kayaknya ini untuk set presence deh..). Three-band EQ dan volume yang pengaturannya cukup unik. Ada tambahan tuner! Wah dengan harga segitu udah dengan tuner built-in. Pickup B-Band juga cukup oke untuk akustik. Output XLR dan 1/4" juga sangat mudah untuk live ataupun recording. Wow mantap!! Untuk sound, nilai 8/10.
Playability dari gitar ini secara default sudah sangat OK. Bahkan untuk senar ukuran 0.11 cukup ringan di tangan. Neck yang tipis juga memudahkan pemakaian. Single-cut pada body memungkinkan untuk menggapai nada-nada tinggi. Lebih enak dari yang kubayangkan sebelum membeli. Nilainya 8/10.
Memang gitar seri ini tidak disediakan untuk pasar Indonesia meskipun dibuat di sini. Beberapa seri EW lain mungkin dipasarkan di Indonesia, tapi tidak untuk seri ini. Hal ini dapat dilihat dari website resmi ibanez indonesia tidak terdapat seri ini. Overall, puas banget deh sama nih gitar. Sangat layak untuk dimiliki dan collectible banget.
Genjreng-genjreng sambil nyanyi ahh...
*Kuambil gitaaaaar dan mulai kumainkaaaaaan... -Slank
Minggu, 15 Februari 2009
Valentine.. Sebuah kenyataan..
Telat memang.. Tapi gak papa lah..
Happy Valentine ya para pembaca yang budiman..
Di dalam mobil dalam sebuah perjalanan menuju suatu tempat saat mau 'merayakan kecil-kecilan' hari valentine kemarin, sambil nyetir kulontarkan pertanyaan ke para pria-pria di barisan jok depan dan belakang: "Hoi para cowok, sebenernya kalian pada menanti-nanti hari valentine nggak sih??"
Belum sempet hitungan ke-3 dalam hati, bersama-sama bak paduan suara mereka menjawab: "Nggak.."
Apakah karena kebetulan di dalam mobil itu pas cowok semua? Mungkin iya..
Apakah mereka para cowok jomblo menyedihkan yang nggak ngerti apa itu artinya cinta? Nggak.. Beberapa dari mereka sudah berpasangan.
Apakah mereka cowok yang nggak serius terhadap suatu hubungan dengan pasangannya? Nggak.. Para cowok yang listed as 'In a relationship' itu bahkan tipe-tipe yang sangat setia dan serius dengan pasangannya. Bahkan aku berani bertaruh bahwa mereka lebih setia dan serius daripada beberapa cowok yang saat itu sedang ada di rumah makan melakukan dinner romantis sambil melancarkan rayuan gombal gambul.. Hahahahaha..
Lalu mengapa mereka menjawab "Nggak.."?
Salah satu berkata "Kita realistis aja lah.. Toh tiap hari juga valentine bagi kami"
Di lain kesempatan seorang cewek berkata "Aku nggak pernah merayakan hari valentine dengan pasanganku, gak ada kejutan, gak ada dinner, gak ada hadiah, coklat, atau hal romantis yang dilakukannya. Tapi toh aku nggak perduli dengan semua itu. Apa yang dia lakukan tiap-tiap hari buatku udah lebih dari cukup meskipun dia nggak romantis sama sekali."
Lalu mengapa 14 Februari bisa begitu fenomenal dalam dunia ini? Apakah pernyataan-pernyataan di atas salah? Jawaban paling logis adalah: BISNIS.
Ya.. Bisnis. Valentine sekarang sudah menjadi sebuah bisnis yang merata di berbagai bidang. Makna aslinya dulu sudah bergeser dengan kepentingan bisnis saat ini. Untuk tanggal 14 Februari para pebisnis di berbagai bidang memanfaatkan untuk kepentingannya. Berbagai promo-promo atau program-program diluncurkan untuk menyambut hari valentine dengan kepentingan bisnis. Para manajer restaurant diberi target omset yang tinggi pada tanggal 14 Feb itu. Stasiun TV berlomba membuat acara spesial untuk menjaring penonton sebanyak-banyaknya. Gift shop mendatangkan berbagai barang yang bisa push penjualan. Dan lain lain.
Sebagian wanita menyerap situasi itu dan menerimanya menjadi "Tanggal keramat". Mereka akan bete kalau tanggal 14 Feb nganggur di rumah. Mereka bisa uring-uringan kalau sang kekasih nggak mengajak romantic dinner pada tanggal 14 Feb. Dan sebagainya. Lalu apa yang diinginkan di "Tanggal keramat" itu? Sebuah pembuktian? Pembuktian akan apa?
Terlepas dari pemikiran di atas, pria-pria romantis akan dengan senang hati memberi sesuatu pada pasangannya di hari itu. Tapi itu tidak membuat mereka lebih baik dari para pria-pria tidak romantis. Hehe..
Tebak.. Tintabiru termasuk pria romantis nggak??
Sekali lagi happy Valentine ya.. Semoga kasih dapat tersalurkan ke setiap manusia..
